7 Kisah Anak Penghafal Al-Quran dengan Keterbatasan Fisik

Bagi sebagian orang keterbatasan terkadang dijadikan sebagai alasan untuk bermalas-malasan, namun bagi orang yang punya semangat tinggi untuk belajar ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut termasuk kisah anak penghafal Al-Quran dengan keterbatasan fisik.

Jika tak bisa melihat, pendengaran bisa dimanfaatkan dan jika tidak bisa mendengar rabaan bisa digunakan, seperti halnya yang dialami oleh anak-anak penghafal Al-Qur’an berikut ini yang punya keterbatasan fisik.

Meski terlahir tidak normal dan punya beragam keterbatasan, namun api semangatnya dalam menghafal Al-Quran tak mudah untuk dipadamkan. Berikut beberapa kisah inspiratif yang menggungah hati dari anak-anak penghafal Al-Quran.

Firda, Hafiz yang Bercita-cita Melihat Al-Quran

Firda
Firda di acara hafiz Indonesia. (YouTube)

Firda adalah anak penghafal Al Quran yang tak bisa melihat sejak lahir, ahli neurologi anak mengatakan Firda mengalami gangguan motorik permanen yang membuatnya tak bisa berjalan dengan baik seperti orang normal pada umumnya, aktivitas yang lainnya pun akan ikut terganggu.

Meskipun demikian orang tuanya tetap optimis dan berharap akan kesembuhannya, diusia 3 tahun Firda akhirnya bisa berjalan dan diusia 4 tahun ibunya mulai mengajarkan surat-surat pendek.

Firda mulai belajar menghafal ayat Al-Quran tiga ayat setiap hari. Namun seiring berjalannya waktu, aktivitas tersebut seolah menjadi candu, proses menghafal Al-Quran ia lakoni sendiri sementara orang tuanya hanya mengawasi saja.

Seperti dilansir dari Kompas, Kamis (31/05/2018), siswi SLB Al-Fitri ini sudah bisa menghafal Al Quran hingga 6 juz. Saat ditanya cita-citanya, Firda mengatakan ingin menjadi dosen agam dan jika bisa melihat ia ingin melihat Al Quran.

Kisahnya memang tampak menyedihkan bagi para penjual kesedihan, namun sebetulnya ia adalah anak yang sangat optimis. Ia juga pernah bercerita tentang metode pembelajaran yang ia gunakan dengan suara yang lantang dan tegas tanpa keraguan.

Nayla, Hafiz yang Membuat Haru Seisi Mesjid

Nayla Farrah Khoiratun Hisan
Nayla Farrah Khoiratun Hisan saat mengikuti perlombaan tahfiz. (Tribunnews)

Anak perempuan bernama lengkap Nayla Farrah Khoiratun Hisan ini membuat hening dan haru seisi mesjid. Kala itu, Nayla mengikuti sebuah perlombaan tahfidz Al-Quran tingkat kecamatan yang digelar di Masjid Besar Majalaya, Bandung.

Dilansir dari Tribunnews, Nayla merupakan satu-satunya anak berkebutuhan khusus yang mengikuti perlombaan tersebut. Gadis yang telah hafal 1 juz ini diketahui mengalami gangguan otak hingga membuatnya tak bisa berdiri seperti orang normal.

Ia menjadi salah satu peserta yang cukup dinanti oleh masyarakat dalam perlombaan tersebut. Dengan posisi bersandar di pangkuan sang ibu Nayla pun mulai membacakan ayat Al-Quran.

Saat lantunan itu berkumandang, suasana masjid pun sontak menjadi hening dan diselimuti dengan rasa bangga campur haru. Hampir semua orang seisi mesjid menentaskan air mata saat Nayla melantunkan ayat-ayat suci Al Quran.

Setelah bacaannya selesai, penonton seisi mesjid termasuk para juri pun sontak bertepuk tangan sambil sesekali mengusap air mata, ada yang mengusapnya dengan tisu ada pula yang menggunakan sapu tangan.

Diketahui Nayla mulai menjadi hafidz sejak usia enam tahun, tidak ada metode khusus yang ia lakoni saat belajar, bahkan untuk mencapai prestasinya tersebut ia belajar secara otodidak tanpa pelatih.

Nayla juga sering mendengarkan ibunya mengaji, saat usianya masih 5 atau 6 tahun ia seringkali diajak ketempat pengajian oleh orang tuanya.

Masyita, Hafiz yang Belajar dari Suara Murottal

Masyita
Masyita di acara Hafiz Indonesia. (Twitter)

Bocah bernama lengkap Masyita Pustri Nasyira ini adalah seorang bocah asal Makasar yang mengalami gangguan penglihatan. Meski ia punya keterbatasan fisik, namun semangatnya dalam menghafal Al Quran tak pernah padam.

Berkat kepiawaiannya dalam menyenandungkan murottal Al Quran, Masyita berhasil memberangkatkan kedua orang tuanya pergi ke tanah suci. Berkatnya pula rumah yang dulunya hanya bangunan kecil dan sederhana kini menjadi rumah besar dengan desain yang lebih apik.

Masyita mulai dikenal masyarakat setelah aksinya menyenandungkan murottal Al Quran viral di media sosial. Kala itu ia tengah berkunjung ke mal bersama ayahnya, Masyita diminta untuk menunggu ayahnya sholat di tangga musala.

Sambil menunggu ayahnya selesai shalat, Masyita melantunkan murottal dengan suara yang merdu dan lantang, suaranya yang merdu mengundang salah seorang pengunjung mal merekam aksi Maysita. Rekaman itu diunggah ke media sosial hingga menjadi viral.

Sejak usia 3 tahun Masyita memang kerap mendengarkan murottal melalui ponsel, radio kecil, dan televisi yang diputarkan oleh ibunya. Ternyata suara lantunan Al Quran itu tersimpan dengan baik di memori Masyita, hingga ia hafal juz 29 dan 30.

Masyita juga pernah menjadi perserta Hafiz Indonesia 2016, meski tak menyandang gelar juara semangatnya dalam menghafal Al Quran tetap membara.

Rizal, Pria dengan Keterbatasan Fisik yang Hafal 30 Juz Al-Quran

Fikri Abu Rizal
Fikri Abu Rizal saat wisuda tahfiz nasional. (PPPA)

Pria bernama lengkap Fikri Abu Rizal ini adalah seorang hafiz yang tak hanya menghafal Al-Quran hingga 30 juz, namun ia juga hafal dengan halaman dan nomor ayat Al-Quran.

Rizal mengaku awal mula ia tertarik menghafal Al-Quran karena sering menonton tutorial menghafal Al Quran di YouTube yang dipresentasikan oleh Ustaz Yusuf Mansur.

Ia mulai mengikuti tutorial tersebut dengan cara membaca ayat Al-Quran secara berulang hingga 20 kali. Dalam sehari pria kelahiran 1997 yang bercita-cita sebagai pejuang Islam ini rutin menghafal 1 hingga 2 halaman Al-Quran, dalam kurun waktu 2 tahun 30 juz berhasil dihafalnya.

Menjelang ujian wisuda Juz’Amma, Rizal harus kehilangan Ibunda tercintanya. Dalam keadaan duka, semangat Rizal nyaris padam, namun semangat itu kembali membara saat ia membuka lemari dan merapikan bajunya.

Ia menemukan secarik amplop berisi uang yang jumlahnya sesuai dengan biaya ujian Rizal. Ternyata, amplop tersebut sudah disiapkan oleh sang Ibunda sejak jauh-jauh hari agar Rizal bisa mengikuti ujian tersebut.

Alami Lumpuh Otak, Fazar Hafal Al Quran Sejak Usia 4,5 Tahun

Fazar
Fazar di acara Hitam Putih. (YouTube)

Anak penghafal Quran berikutnya adalah Fazar, ia merupakan seorang hafidz Al-Quran yang menderita Cerebral Palsy (lumpuh otak) sejak lahir. Saat berusia 4,5 tahun Fajar telah menghafal sekitar 80 persen ayat Al Quran, dan saat usianya menginjak 9 tahun ia hafal secara sistematis.

Ia adalah anak prematur yang lahir diusia kandungan 7,5 bulan dengan berat badan 1,6 kg. Pada saat itu ayahnya Joko Wahyudiono, rutin mengumandangkan bacaan Al Quran sebanyak satu juz per hari.

Bahkan ketika tak sempat hadir untuk mendampingi putranya di rumah sakit, ayahnya menitipkan rekaman murottal Al Quran kepada perawat rumah sakit supaya didengarkan kepada bayi Fajar.

Menurut orang tuanya, Fajar juga sangat gemar mendengarkan lantunan kajian, sampai-sampai sang ibu sengaja mengajaknya ke tempat kajian muslim agar Fajar senang dan bersemangat.

Tak Bisa Melihat, Muadz Hafal 30 Juz

Muadz
Muadz. (YouTube)

Muadz merupakan hafiz cilik asal Mesir yang mengalami kebutaan sejak lahir. Namun keterbatasan penghlihatannya tak menyurutkan semangatnya dalam menghafal Al-Quran. Berkat bimbingan seorang syaikh, sejak berusi 11 tahun Muadz sudah hafal Al-Quran sebanyak 30 juz.

Awalnya Muadz belajar satu kali dalam sepekan, namun Muadz merasa kurang puas, akhirnya ia mendesakn syaikhnya untuk meminta menambah hari belajarnya dalam menghafal Al Quran.

Syaikh tersebut akhirnya menuruti keinginannya sehingga hari belajarnya ditambah menjadi dua kali dalam sepekan. Muadz juga mengatakan, syaikh tersebut sangat ketat dalam membimbingnya bahkan ia hanya diajarkan satu ayat disetiap pertemuannya.

Saat berbicara di salah satu stasiun televisi ternama Al-Wathan, Muadz mengatakan ia tak pernah meminta Allah untuk membukakan penglihatannya namun ia meminta ridha Allah saat hari kiamat tiba.

Syekh Jihad Al Maliki, Hafiz yang Tak Bisa Melihat Namun Hafal 30 Juz

Syekh Jihad Al Maliki
Syekh Jihad Al Maliki. (YouTube)

Sama seperti Muadz, Syekh Jihad Al Maliki juga seorang hafiz dengan keterbatasan penglihatan. Ia lahir sebagai anak prematur, matanya tak bisa melihat karena saat dirawat di inkubator pasokan oksigen masuk ke mata hingga mengakibatkan kebutaan.

Indonesia menjadi negara pertama yang ia kunjungi untuk menyebarkan syiar Islam tepatnya di acara Hafiz Cilik Indonesia. Saat ditanya cara belajarnya, Hafiz yang telah hafal 30 juz dan ribuan hadis ini menjelaskan…

Pertama, mendengarkan berkali-kali ayat yang ingin dihafal, kemudian mengulangi hafalannya ayat per ayat secara berulang-ulang sampai hafal.

Lalu menyetorkan hafalannya ke pembimbing, begitu pula di hari berikutnya. Kemudian dihari ketiga, ia biasanya mengulangi hafalan hari pertama dan kedua.

Meski punya keterbatasan penglihatan ia juga tak merasakan kesulitan saat menghafal Al-Quran, Jihad Al Miliki juga membagikan tips untuk memudahkan penghafalan, yakni dengan memperbanyak mendengarkan dan mengulanginya.

Saat ditanya apakah ia pernah meminta dalam doa agar Allah mengembalikan penglihatannya, Jihad Al Miliki dengan lantang menjawab, ia tidak pernah berdoa demikian karena dirinya selalu ingat salah satu hadis.

Hadis tersebut berbunyi “Barang siapa yang kehilangan kedua matanya dan dia bersabar maka Allah akan menggantinya dengan surga”.

Itulah kisah inspiratif dari para hafiz cilik anak penghafal Quran yang cukup menyentuh kalbu, meski lahir dengan keterbatasan fisik mereka tetap semangat untuk menghafal ayat-ayat suci Al-Quran.

Semoga anak-anak kita nanti bisa menjadi seorang hafiz yang punya kemampuan dan semangat tinggi dalam menghafal Al-Quran seperti mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terkait

Bukti Indahnya Kerukunan Beragama, Umat Islam Bangun Gereja di NTT

Sebagai negara yang memiliki keragaman budaya, bahasa, dan agama, masyarakat Indonesia perlu memiliki sikap toleransi yang tinggi agar tak memicu gesekan antar...

Terbaru

Kalahkan Lady Gaga ft. BlackPink, Ini 5 Fakta Lagu Kekeyi “Keke Bukan Boneka”

Setelah menghebohkan jagat maya karena pacar "setingan" dengan Rio Ramadhan dan make up balon airnya. YouTuber Kekeyi tampaknya mulai melebarkan sayap ke...

10 Potret Kedekatan Dita Karang “Secret Number” Bersama Sang Kakak

Nama Dita Karang mencuat setelah debut sebagai member Secret Number, wanita kelahiran Yogyakarta, 25 Desember 1996 ini berhasil mencuri perhatian publik, bukan...

20 Gedung Tertinggi di Dunia yang Menjulang Ratusan Meter

Kalau bicara soal gedung pencakar langit tertinggi di dunia, Burj Khalifa mungkin gedung pertama yang terlintas di pikiran Anda. Yap, gedung yang...

10 Gedung Tertinggi di Dubai Capai Ratusan Meter, Burj Khalifa Termasuk

Dubai merupakan kota terbesar di Uni Emirat Arab yang dikenal memiliki masyarakat dengan gaya hidup yang glamor dan mewah. Kota yang yang...

15 Gedung Tertinggi di Jakarta Capai Ratusan Meter

Sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, arsitektur di Jakarta terus mengalami perkembangan. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Jakarta memiliki sejumlah gedung tertinggi...